U NEWS REPORTASE – Setiap tahun, pantai di pesisir Bintan selalu mendapat kiriman limbah cairan minyak hitam. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama. Akibatnya, dunia pariwisata tercoreng dan nelayan tersiksa.
Kondisi ini diperparah dengan ditemukannya kapal pembawa limbah yang karam di perairan Kota Batam. Kenapa kapal pembawa limbah bisa karam dan mau dibawa ke mana limbah-limbah tersebut?
Liputan U-News Reportase kali ini mengangkat limbah minyak hitam cemari pantai.
Ratusan karung yang membungkus kantong plastik berwarna hitam berisi cairan minyak hitam terdampar di sepanjang pesisir Pantai Trikora di wilayah Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Kantong-kantong tersebut terdampar di tempat wisata hingga pemukiman warga di Kecamatan Gunung Kijang. Bahkan, kantong berisi limbah cairan minyak hitam ditemukan sudah dalam kondisi bocor. Ini membuat air laut di pesisir pantai menjadi berminyak.
Lalu, aroma menyengat tercium di hidung saat limbah tersebut telah mengotori pasir pesisir laut.
Kondisi ini membuat keresahan pengunjung pantai, pengelola resort di pantai, masyarakat Kecamatan Gunung Kijang, bahkan merugikan para nelayan yang terdampak dari limbah cairan minyak hitam.*













