[VIDEO] Dari Penertiban Hingga Isu Migrasi di Batam | U-NEWS REPORTASE

  • Bagikan

U NEWS REPORTASE – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, membangun pola kepemimpinan yang mereka sebut komplementer: saling mengisi, saling melengkapi.

Di bawah kepemimpinan itu, Batam mencatat sejumlah capaian. Pertumbuhan ekonomi naik dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen. Angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Sementara realisasi investasi menembus Rp69,3 triliun, atau 115,5 persen dari target tahun 2025. Pada triwulan pertama 2026, BP Batam mencatat investasi sebesar Rp17,4 triliun, tumbuh 102,85 persen secara tahunan.

Namun, di balik angka-angka itu, Batam juga menanggung beban yang tidak ringan. Setiap tahun, kota industri ini dibanjiri perantau. Tahun lalu, jumlah pendatang bertambah lebih dari 17 ribu jiwa. Tekanan terhadap listrik, air bersih, dan lapangan kerja pun terus menguat.

Data BPS mencatat populasi Batam terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022 tercatat 1,236 juta jiwa, dan terus naik hingga mencapai 1,316 juta jiwa pada Februari 2026. Kota seluas 1.020,28 kilometer persegi ini kini menanggung beban pertumbuhan penduduk yang tidak pernah berhenti.

Maka lahirlah Perda Administrasi Kependudukan dan kebijakan ketenagakerjaan yang mengikutinya. Ini adalah bagian dari ikhtiar menata Batam, agar capaian yang ada tidak tergerus oleh pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.


Lokasi – Batam

Pewarta : Randi
Editor : Fahry Naviardy

  • Bagikan

Kolom Komentar