Tanjungpinang – Hampir setiap tahun banjir melanda sejumlah pemukiman penduduk di tiga daerah Kepulauan Riau, tepatnya di Tanjungpinang, Bintan dan Batam.
Banjir terbesar di daerah Kepulauan Riau terjadi pada awal tahun 2021. Saat itu, lebih dari 100 titik banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah di tiga Kabupaten Kota Provinsi Kepulauan Riau.
Seketika ribuan rumah penduduk di dataran Bintan, Tanjungpinang dan Batam berubah menjadi lautan. Sebagian besar penduduk bermigrasi bersama tumbuhnya pengembang perumahan penduduk
Pemerintah mendata, lebih dari 30 titik banjir dan tanah longsor terjadi, di ibukota provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang. Saat itu, pemerintah daerah provinsi Kepri, kabupaten kota merencanakan menyelesaikan persoalan banjir bersama pemerintah pusat. Namun tak berujung.
Sebagian besar lokasi banjir adalah pemukiman padat penduduk baru, yang dahulu adalah daerah terbuka hijau, das aliran sungai dan daerah resapan air.
[EKSKLUSIF] MENELISIK PENYEBAB BANJIR IBU KOTA KEPRI | U-NEWS REPORTASE #EPS9
PLAY ON YOUTUBE













