Dengan letaknya yang strategis dekat dengan Selat Malaka, Batam memiliki potensi besar untuk menjadi kota transhipment internasional. Hal yang diperkuat pula dengan sejumlah pelabuhan yang memainkan peran penting dalam perekonomian nasional.
Upaya mewujudkan itu dapat terlihat dari pengembangan Pelabuhan Batu Ampar dan dibukanya pelayaran langsung peti kemas atau direct call Batam-China pada akhir Maret 2024 lalu. Dengan demikian, ekspor dan impor yang sebelumnya melalui Singapura, saat ini sudah bisa langsung menuju China.
Setidaknya ada tiga tahapan dalam upaya mengembangkan pelabuhan ini menjadi transhipment port. Dengan memanfaatkan lintasan jalur perdagangan dunia di Selat Malaka dengan nilai investasi sebesar Rp3,8 triliun hingga tahun 2025.
Selengkapnya di Youtube Official UTV – [Klik Video di Atas]













