U-NEWS REPORTASE – Listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena memiliki banyak manfaat. Begitu juga listrik sangat dibutuhkan bagi suatu daerah perkotaan.
Sekitar 1 dekade lalu, listrik di pulau Bintan sempat mengalami krisis, sehingga menjadi masalah yang krusial bagi masyarakat, perkantoran, perhotelan dan pengusaha, pasalnya, hampir setiap hari mengalami ganguan listrik.
Untuk mengatasi hal ini, PLN ketika itu melakukan pembangunan kelistrikan melalui jaringan listrik interkoneksi kabel bawah laut 150 Kilo Volt. Dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Kasam di Pulau Batam ke Pulau Ngenang melewati Pulau Tanjung Sauh, lalu ke Tanjung Taloh di Pulau Bintan.
Penandatangan kontrak proyek pembangunan kabel listrik bawah laut ini ditandatangani oleh direktur utama PLN, Nur Pamudji bersama dengan Leader Konsorsium Mr. Yoshiro Matsui sebagai Chief Staff Viscas Corporation dan Permadie setiakusuma sebagai President Director PT Karya Mitra Nugraha. Penandatangan berlangsung pada kamis, 21 Maret 2013 di Batam.
Selama dua Tahun sekitar 2015, proyek tersebut akhirnya selesai. Dan dapat mengalirkan daya listrik dari Pulau Batam ke Pulau Sauh, Pulau Ngenang dan Pulau Bintan. Sejak saat itu, kelistrikan di Pulau Bintan sudah tidak lagi byar pet lagi.
Kini, kita bisa melihat jejak Proyek Listrik Interkoneksi Batam-Bintan di sepanjang Jalan Lintas Barat hanya tinggal tiang yang masih berdiri tegak tanpa ada kabel di sisi kanan jalan dari arah simpang empat Kilometer 16 Bintan.
Kenapa bisa hanya tinggal tiang saja? U-NEWS REPORTASE kali ini menyajikan liputannya untuk anda.
Selengkapnya di YouTube Official UTV – [Klik Video di Atas]
Editor : Abdi Perdana
