U NEWS REPORTASE – Kota Tanjungpinang menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau sejak tahun 2002, namun pertumbuhan ekonomi di kota ini masih membuat masyarakat belum bisa bernapas lega.
Data BPS menunjukkan perekonomian Kota Tanjungpinang tumbuh 5,23 persen pada triwulan I 2026. Pada saat yang sama, angka kemiskinan juga disebut menurun dan realisasi investasi mencapai ratusan miliar rupiah.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut belum menggambarkan kondisi masyarakat secara menyeluruh. Sebagian pekerja informal, pedagang kecil, buruh, sopir, dan pelaku UMKM masih menghadapi persoalan harga kebutuhan pokok, pendapatan, daya beli, serta keterbatasan lapangan kerja.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana pertumbuhan ekonomi mengalir, dan sejauh mana manfaatnya sampai ke masyarakat?
Lokasi – Tanjungpinang
Pewarta : Ardiansyah
Editor : Fahry Naviardy













