BATAM – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin menilai runtuhnya plafon masjid tanjak batam beberapa waktu lalu adalah hal yang tidak logis. Pasalnya dengan anggaran mencapai 39 miliar rupiah itu, salah satu ikon di kota batam itu bisa ambruk, padahal masjid tersebut baru diresmikan pada 24 agustus lalu.
